
CONTOHLAH GRUP BAND
GUN 'N' ROSES
Bagi saya pornografi merusak moral bangsa kita . marilah kita jangan buka situs porno
| Pendahuluan Tuhan menginginkan kita berjalan dalam kekuatan Roh Kudus dan mengalami kemenangan-Nya dalam segala hal di hidup kita. Tragisnya, dosa dan kecanduan dapat dengan cepat mengambil sukacita dan kebebasan yang seharusnya kita nikmati bersama Yesus Kristus.
Baru-baru ini, terjadi suatu peningkatan besar-besaran pada jumlah pornografi yang tersedia di internet, televisi dan media lainnya. Hasilnya, semakin banyak orang yang dapat melihat dan mengalami kecanduan pornografi. Meskipun orang Kristen mungkin berpikir bahwa mereka seharusnya kebal terhadap daya tarik pornografi, tetapi semakin banyak jumlah pemercaya yang telah jatuh menjadi kecanduan. Apabila Anda merasa terjebak dalam siklus tak berujung dari nafsu, rasa bersalah dan janji yang Anda langgar sendiri, Tuhan ingin membebaskan Anda! Yesus berkata, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10). Alkitab berjanji bahwa kuasa dosa telah dipatahkan oleh Kristus apabila kita berserah pada-Nya (lihat Roma 6:1-14). Saat Anda membaca tulisan ini, semoga Anda memahami betapa Allah mau mengampuni, membawa serta memberikan hidup yang berkelimpahan bagi Anda. Karena, itulah janji-Nya bagi semua pengikut-Nya. Kesaksian: Bebas setelah 40 Tahun Di masa mudanya, Phil bertugas di militer, di mana pornografi dianggap sebagai hal yang macho. Ia teringat ketika menikahi Bobi, ia bahkan tidak tahu apa arti pernikahan. “(Majalah) Playboy lah yang mengajari saya tentang hubungan dan keintiman,” demikian kenangnya.
Bobi berkata bahwa (pelayanan) The 700 Club adalah penyokongnya selama tahun-tahun yang tidak stabil itu. Saat ia merasa tidak ada tempat untuk didatangi, ia menghubungi Pusat Konseling Doa The 700 Club untuk meminta bantuan. “Setiap kali saya mengalami krisis, saya menelepon mereka,” katanya. “Putri kami mengalami 7 kali operasi, termasuk sebuah diagnosa kanker sebelum ia berusia 15 tahun. Phil tidak bersama saya selama operasi tersebut. Saat saya berada di ruang tunggu rumah sakit, saya menghubungi jalur pelayanan doa bebas-pulsa CBN. Terkadang, mereka akan menghubungi saya dan saya dapat memberikan 27 permintaan pada mereka. Mereka adalah penasihat saya.” Meskipun ia tidak pernah terlibat dalam percabulan fisik, Phil mengakui bahwa ia mengalami sejumlah perselingkuhan emosional. Namun, ia tidak ingin menyelesaikan masalah mereka melalui konseling pernikahan dan pasangan itu pun berpisah. Phil sempat mengakui kecanduannya pada Bobi - tetapi ia belum ingin berhenti.
Saat Pat Robertson meminta para peserta untuk berbagi kesaksian, Bobi merasakan Tuhan menginginkan dirinya membagikan harapan baru itu. Di depan pertemuan tersebut, Bobi menceritakan kesakitan dalam pernikahannya yang diakibatkan oleh kecanduan Phil terhadap pornografi. Ia berkata, “Satu-satunya harapan saya adalah bahwa Yesus lah Suami saya. Dia mengatasi segalanya, sehingga saya dapat mematuhi-Nya tanpa takut.” Saat Pat mendoakannya, Bobi merasakan kuasa Tuhan. Namun kemudian, Bobi berusaha untuk pergi dari pertemuan itu. Ia merasa malu karena semua orang mengetahui sisi gelap dan rahasianya yang memalukan. Ternyata, banyak wanita yang mendatanginya untuk berterima kasih dan bercerita bahwa suami mereka juga sedang bergumul dengan pornografi. Setelah itu, Phil akhirnya sadar bahwa kecanduannya pada pornografi telah mengambil alih dirinya, isiri dan anak-anaknya serta hubungannya dengan Tuhan. Ia berseru kepada Tuhan, “Saya tidak ingin seperti ini. Bantu saya untuk keluar!” Doanya terjawab melalui suatu pelayanan Kristen bagi para pecandu pornografi. Di sana, ia menemukan hubungan yang lebih dalam dengan Kristus dan belajar pentingnya penyerahan kepada Tuhan serta bersikap terbuka pada orang lain. Setelah beberapa waktu, ia pun mencapai titik puncak dan akhirnya siap menyerah pada Tuhan. Kemudian, Phil menerima kemenangan total dari obsesi seumur hidupnya dalam waktu hanya beberapa minggu.
Phil dan Bobi telah menemukan kebebasan sejati di dalam Kristus - Anda pun dapat mengalaminya. Suatu Wabah yang Sedang Berkembang Alasan utamanya adalah berkembangnya akses terhadap media massa. Apa yang biasanya hanya tersedia di tempat-tempat “lampu merah” saat ini terlihat di cover majalah di toko-toko terkemuka… pada film-film Hollywood, program dan iklan televisi … pada poster ukuran-asli di mal dan gambar iklan yang sangat besar sepanjang jalan… pada iklan pakaian dalam yang sangat menggoda di harian Minggu …. dan di jutaan situs internet.
Meskipun pornografi lebih umum di kalangan pria, banyak wanita yang juga kecanduan, sebagian tidak oleh penggambaran visual, tetapi lebih kepada keintiman emosional yang ada dalam ruang bicara (chat room) di internet. Banyak orang yang berharap agar nafsu mereka terhadap pornografi akan hilang bila mereka menikah atau tua, tetapi faktor emosional dan psikologis dapat menjadi masala | ||
Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi, disingkat RUU APP adalah suatu rancangan produk hukum yang diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 14 Februari 2006. RUU yang berisi 11 bab dan 93 pasal pada rancangan pertamanya ini mengatur masalah pornografi dan pornoaksi di Indonesia. RUU ini dimaksudkan sebagai upaya mencegah berbagai bentuk kejahatan itu dalam kerangka menciptakan kehidupan yang bermoral.
Pada rancangan kedua, beberapa pasal yang kontroversial dihapus sehingga tersisa 82 pasal dan 8 bab. Di antara pasal yang dihapus pada rancangan kedua adalah pasal mengenai sanksi pidana dan pembentukan badan antipornografi dan pornoaksi nasional. Selain itu, rancangan kedua juga mengubah definisi pornografi dan pornoaksi. Pornografi dalam rancangan pertama didefinisikan sebagai "substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika" sementara pornoaksi adalah "perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika di muka umum". Karena definisi ini dipermasalahkan, maka disetujui untuk menggunakan definisi pornografi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu porne (pelacur) dan graphos (gambar atau tulisan) sehingga secara harafiah berarti "tulisan atau gambar tentang pelacur"[1]. Pornoaksi adalah "upaya mengambil keuntungan, baik dengan memperdagangkan atau mempertontonkan pornografi".
Saya jadi mikir, ini namanya akan menambah beban kerja juga. Di kantor-kantor, kerjaan admin setiap hari bisa melototin alamat situs porno untuk menambah daftar filter dan ini bisa mengurangi produktivitas kerja. Bisa jadi, software tersebut hanya akan jadi pajangan saja di meja atau bahkan diumpetin ke laci meja
Memang bukan pekerjaan mudah melakukan pemblokiran situs porno. Mengapa ? Ada beberapa faktor yaitu :
Ada solusi yang mungkin bisa membantu dalam pemblokiran situs porno tanpa harus mengurangi produktivitas dan kenyamanan berinternet. Saya sudah mempraktekkan pemblokiran situs porno menggunakan jasa OpenDNS.org yang menyediakan jasa filter koneksi internet secara gratis. OpenDNS.org bekerjasama dengan beberapa organisasi anti porno dan phising menyediakan daftar website yang masuk kategori porno. Jadi kita tidak perlu repot-repot untuk menambahkan sendiri daftar situs porno. Cara ini cukup efektif saya gunakan di kampus sehingga mahasiswa sudah tidak bisa lagi ngintip situs porno di kampus. Dan administrator server kampus juga tidak lagi bekerja keras mengurusi filter ini.
SAYA sangat mendukung upaya pihak kepolisian yang mulai melakukan razia ke warnet-warnet dan memberikan imbauan agar pengelola memblokir situs-situs porno. Saya berharap para pemilik warnet tegas untuk melarang pengunjungnya membuka situs porno, meski kemungkinan akan mengalami penyusutan pendapatan. Namun saya yakin, pengelola warnat lebih mementingkan moral dibanding urusan bisnis (semoga!).
Namun saya usul, agar pemberantasan terhadap pornografi tidak hanya pada situs-situs porno, tapi juga media cetak porno. Seperti kita ketahui, sekarang banyak koran, tabloid dan majalah yang menyajikan pornografi secara vulgar. Harganya murah, dijual bebas di mana-mana. Bukan itu saja, komik dan novel porno juga banyak dijual bebas.
Kalau mau negeri ini bebas pornografi, jangan setengah-setengah, berantas tuntas semuanya. Selama ini produsen atau pengedar VCD/DVD porno sudah lumayan tersentuh melalui razia-razia, namun media cetak atau novel dan komik porno seolah-olah tidak tersentuh.